Alamat : Jl. Jombang Raya No. 25A, Pondok Aren, Banten         Telpon : 021 7332829

ONE DAY WITH DADDY

Dec 4, 2025

(Oleh Susi Susanna)

Ayahku Pahlawanku

Kolaborasi guru, siswa, orangtua yang dibalut keceriaan pada kegiatan “Bonding” antara ayah dan anak menjadi warna yang ditampakkan pada acara One Day With Daddy kali ini tepatnya pada 29 November 2025. Dadang Sunandar sebagai guru TK A dan sekaligus penanggung jawab acara “One Day With Daddy”,  menjelaskan bahwa acara ini ada dilatar belakangi dengan adanya fenomena saat ini dimana kesibukan orangtua khususnya ayah serta mengantisipasi komunikasi yang belum terbangun efektif antara ayah dan anak yang pada umumnya pengasuhan banyak diserahkan kepada ibu atau asisten rumah tangga, maka disusunlah program kegiatan “One Day with Daddy”, yang dijadikan program rutin tahunan dan dilaksanakan satu kali setiap tahun pelajaran di unit TK A, yang bertujuan untuk menciptakan ikatan yang mampu menumbuhkan saling kasih sayang antara ayah dan anak, tegasnya lagi.

“Synergize” antara guru, siswa, orangtua dan karyawan ditunjukkan dalam rangka mensukseskan acara ini. Tim tersebut adalah dari mulai tim guru TK A yaitu Ms Iin, Ms Rita, Ms Yuni, Ms Afri, Ms Faurty, orangtua siswa yang membantu mendokumentasikan acara yaitu Ibu Vina (CP Kelas TK A1), Ibu Niar (CP Kelas TKA2), Ibu Ria (CP kelas TK A3), termasuk karyawan yaitu Bapak Fajar (Dokumentasi Sekolah), Bapak Ali (Operator sound system), Bu Anggi (Konsumsi), Bapak Taufik, dan Bapak Gunawan (Perlengkapan).

Program acara ini disusun sebagai rangkaian acara untuk mengeratkan hubungan anak dengan orangtua dari mulai unit Kelompok Bermain (KB), TK A dan TK B.  Biasanya di unit Kelompok Bermain ada yang namanya “Mother’s Day”, di unit TK A melanjutkan dengan acara “One Day with Daddy”, dan selanjutnya di unit TK B dilanjutkan dengan acara “Family Day”.

Acara One Day with Daddy yang memilih tema Ayahku Pahlawanku dan berdurasi sekitar tiga jam ini dibuka oleh pembawa acara yaitu Ms Rita dan Ms Yuni, dihadapan seluruh ayah dan anak-anak nya yang telah membuat dua barisan per kelas nya dengan berselang seling yaitu barisan Ayah lalu barisan anak disamping nya, dan terus sampai ke belakang. Setelah berbaris rapih, acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah KB-TK (Ms Nia), kemudian dilanjut dengan membaca surat Alfatihah oleh Leader of Pray ananda Balqis (A1), Mika (A3) dan doa untuk orangtua oleh ananda Emar (A2). Kemudian dilanjutkan oleh penampilan Music Maestro yaitu ananda Azkira (A1), Lala (A2) dan Safeya (A3) yang memimpin bernyanyi bersama lagu “Mars KB-TK” dan “Naik Mobil” yang merupakan karya dari Ms Susan.

Selanjutnya kemeriahan acara semakin bertambah dengan pelibatan seluruh ayah dan anak-anaknya dalam permainan (Game) yang dijelaskan oleh Mr Dadang yang humoris dan ceria. Sebanyak lima jenis permainan dimainkan secara berurutan, dan ada jeda istirahat sejenak setelah permainan ketiga, kemudian dilanjutkan lagi ke permainan ke empat dan kelima. Permainan pertama adalah Rintangan Simpai Gelas yang dimainkan oleh siswa dengan nomor absen satu sampai dengan enam dari masing-masing kelas. Disini setiap anak akan melompat ke simpai lalu memindahkan gelas yang ada di sisi kanan kiri dalam simpai ke sisi kanan kiri luar simpai, lalu diikuti ayahnya melompat ke simpai dan mengembalikan lagi gelas dari luar simpai ke dalam simpai, lalu dilanjut melompat ke simpai berikutnya, dan tahap berikut nya mengambil bola yang diletakkan diantara kening ayah dan anak sambil terus berjalan sampai tujuan, lalu bola dimasukkan ke keranjang kemudian siswa diajak berlari atau digendong kembali ke titik awal, disusul pasangan kedua, dan seterusnya.  Pada permainan ini meraih juara kesatu adalah dari TK A1, Juara kedua dari TK A3 dan juara ketiga yaitu TK A2.

Kemudian  dilanjut dengan permainan kedua dengan sedikit penambahan tingkat kesulitan yaitu permainan Tapak Tangan Kaki yang dimainkan oleh siswa dengan nomor absen tujuh sampai dengan dua belas bersama ayah nya masing-masing. Dimana diawali setiap pasangan (anak dan ayah) akan melompat ke gambar yang tertera di lantai dengan menyesuaikan gambar tersebut, bila hanya tapak tangan berarti setelah melompat dia langsung meletakkan tangannya di atas gambar tersebut, bila gambar nya tangan dan kaki berarti setelah melompat langsung meletakkan satu kaki dan satu tangannya bersamaan. Kemudian tahap berikut dilanjutkan dengan meletakkan bola dibagian belakang mereka (dipunggung) sambil terus membawa bola lalu sampai di tujuan, bola tersebut dimasukkan ke dalam keranjan, dan ayah serta anak langsung dengan cepat kembali lagi ke titik awal, dilanjutkan bergantian dilakukan oleh pasangan berikutnya.  Pada permainan ini juara satu diraih oleh kelas TK A3, juara kedua diraih oleh kelas TK A1 dan juar ketiga diraih oleh kelas TK A2. Riang dan tawa serta kegembiraan menyemangati semua tim yang sedang berlomba. Tampak suasana akrab dan dekat yang ditunjukkan oleh setiap ayah bersama anaknya.

Selanjutnya sebelum sesi istirahat ada satu permainan yang dinamakan “Estafet Bola Topi”, yang diawali dengan meletakkan bola pada topi yang diterbalikkan, sambil melompat sesuai gambar tapak tangan maupun kaki yang ada di lantai, setelah itu tahap berikut bola diberikan kepada anaknya dengan meletakkan bola tersebut pada topi terbalik yang digunakan oleh anak, kemudian anak berjalan sampai tujuan dan memasukkan bola ke keranjang yang tersedia, setelah itu dengan cepat pasangan kembali ke titik awal. Lalu bergantian dengan pasangan berikutnya. Permainan ini dimenangkan oleh TK A3 sebagai juara 1, TK A2 sebagai juara kedua, dan TK A1 sebagai juara ketiga. 

Setelah sesi istirahat, keseruan dan keceriaan semakin bertambah dengan permainan keempat yang dilakukan secara klasikal bersamaan. Diawali dengan semua ayah yang anaknya adalah perempuan dan anak-anak perempuannya. Permainan ini dinamakan “Desiran Angin”, dimana ayah akan ditutup matanya lalu berjalan ke arah anak-anak, setelah itu mendengarkan panggilan dari anaknya. Ada yang memanggil “Ayah”, “Abi”, “Papa”, dan lain-lain sebutan. Maka ayah akan memegang anak tersebut jika ia merasa mengenali suaranya. Permainan yang seru dan mengajak para ayah untuk lebih mengenal suara anak-anaknya.

Tak kalah serunya, di penghujung ada permainan kelima yang disebut  “Apa Adanya”, dimana permainan ini juga dilakukan secara klasikal bersamaan dan dimainkan oleh semua ayah yang anaknya adalah laki-laki dan anak-anak laki-lakinya.  Dimana barisan anak-anak laki-laki berjejer dibatasi oleh kain panjang yang menutupi barisan tersebut dan hanya bisa melihat sebatas mata kaki sampai ke telapak kaki. Para ayah berjalan sampai ke batas kain penutup dan boleh menunduk melihat kaki-kaki mungil anak-anak mereka, namun tak boleh membuka kain atau tirai penutupnya. Bila sudah yakin dia menemukan anaknya maka ayah dapat langsung memegang kaki anaknya.  Permainan yang sangat menarik dan banyak mengundang tawa.

Setelah semua permainan berakhir, di penghujung acara, siswa-siswa mengajak bernyanyi lagu Naik Delman (Karya Pak Kasur). Kemudian siswa-siswa menuju ke belakang panggung sambil menyiapkan hasil karya kreativitas mereka untuk dipersembahkan kepada ayah mereka yaitu berupa dasi.

Saat semua siswa ke belakang panggung, Mr Dadang didepan para ayah mulai membacakan sebuah sajak yang mengharukan dan ruangan pun mulai dimatikan beberapa lampunya. Semua ayah menyimak dengan tenang, ada rasa haru dalam meresapi sajak tersebut, dan setelah itu ditutup dengan doa.

Setelah selesai doa, semua anak masuk kembali dan menyebar mencari ayah mereka masing-masing, dan memberikan persembahan karya nya kepada ayahnya masing-masing. Pemandangan yang luar biasa, mereka saling berpelukan dan menunjukkan rasa kasih sayangnya. Acara ini sangat bermanfaat dan memiliki arti yang mendalam. Siswa-siswa sebagai leaders menunjukkan peran mereka masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan bersemangat mengajak ayah mereka bermain. Di akhir acara, para ayah juga menuliskan refleksi maupun kesan mereka atas acara tersebut.  Semoga acara semacam ini tetap dipertahankan dan sukses selalu.